Nonkolesterol
Makan gorengan tak menaikkan kolesterol bila dimakan secara bijak. Karena semua minyak goreng non kolesterol. Hanya saja, dari minyak goreng yang merupakan lemak jenuh, akan terbentuk kolesterol setelah serangkaian proses metabolisme dalam tubuh. Kolesterol yang mempengaruhi kadar kolesterol Anda berasal dari bahan makanan yang mengandung kolesterol dan diasup dengan sering.
Untuk menurangi kolesterol saat makan gorengan, temani dengan sayur lalapan, sayur bening atau tumis, gado-gado atau karedok (tanpa kerupuk tentunya). Usahakan sebelum mengasup gorengan, serap minyaknya dengan tisu untuk sedikit mengurangi asupan lemaknya. Gorengan yang potongannya tebal seperti perkedel, empal, ikan, ataupun ayam goreng, minyak yang diserap lebih sedikit dengan bahan makanan yang diiris tipis seperti keripik, kerupuk, atau keremes. Gorengan berlapis tepung juga menyerap minyak banyak. Selanjutnya, bila hari ini sudah makan gorengan, besok carilah menu non gorengan seperti soto atau sup.
Minyak Baru Atau Minyak Jelantah
Gorengan di rumah tentunya lebih aman lagi. Anda dapat memastikan bahan makanan digoreng dengan minyak baru. Penelitian menunjukkan penggunaan minyak jelantah meningkatkan kadar lemak jenuh asupan makanan sehingga meningkatkan kadar kolesterol. Selanjutnya, setiap selesai menggoreng, gorengan ditiris sampai tak ada lagi minyak yang menetes. Lalu serap minyak dengan tisu dapur. Kandungan lemak pada gorengan pun akan lebih minim.
Menggoreng tahu dan tempe bacem di wajan anti lengket lebih bijaksana karena tak perlu menggunakan banyak minyak. Hanya saja lebih dibutuhkan kesabaran untuk sering membolak-balik agar tahu/tempe tergoreng merata. Api yang digunakan sebaiknya api kecil atau sedang. Dengan memperhatikan hal diatas, Anda aman mengkonsumsi gorengan.